Teori figure/ground
Teori-teori figure/ground di pahami dari tata kota sebagai hubungan tekstural antara bentuk yang di bangun (building mass) dan ruang terbuka (open space).merupakan analisis yang sangat baik untuk mengidentifikasikan sebuah tekstur dan pola-pola sebuah tata ruang perkotaan, serta mengidentifikasikan masala keteraturan perkotaan
2.1 pola sebuah tempat
Kemampuan untuk menentukan pola-pola dapat membantu menangani masalah mengenai ketepatan (constancy) dan perubahan (change) dalam perancangan kota serta membantu menentukan pedoman-pedoman dasar untuk menentukan sebuah perancangan lingkungan kota yang konkret sesuai tekstur konteksnya.
Fungi pengaturan
Untuk memahami bagaimanakah pikiran manusia bekerja karena pikiran manusia menentukan suatu tatanan dunia dalam pikiran tradisional, dunia alam adalah kacau dan tidak tertib (contoh: daerah hutan). Artinya manusia cendrung menggolongkan, mengatur dan menghasilkan bagan-bagan kognitif misalnya permukiman-permukiman bangunan-banguanan dan pertamanan.
Sistim pengaturan
Suatu lingkungan binaaan tidak dapat di rasakan tanpa adanya suatu bagan kognitif yang mendasarinya.
Beberapa kehidupan dan kegiatan perkotaan secara arsitektural dapat di klasifikasikan dalam tiga kelompok sebagai berikut:
- Susunan khawasan bersifat homogen yang jelas, dimana ada hanya satu pola penataan.
- Susunan kawasan yang bersifat heterogen, dimana dua (atau lebih) pola berbenturan
- Susunan kawasan yang bersifat menyebar dengan kecenderungan kacau.