Senin, 31 Oktober 2011

ENAM HAL YANG DAPAT DI PELAJARI DARI RAJAWALI
Rajawali adalah makluk ciptaan Tuhan yang sangat indah. Alkitab menuliskan mengenai rajawali sebanyak 38 kali, jauh lebih banyak di bandingkan merpati atau jenis burung lainnya. Seekor rajawali dewasa.

Pelajaran I :  Semua rajawali harus belajar terbang
Di atas puncak gunung yang tinggi, telur rajawali menetas dan munculah bayi rajawali, seperti layaknya bayi  yang lain, hanya ada dua hal yang sangat di sukai bayi rajawali ini untuk di lakukan, yaitu makan dan tidur. Bayi rajawali akan menghabiskan masa- masa pertamanya di dunia di dalam sarangnya yang nyaman. setiap hari, induk rajawali mencarikan makanan untuk bayinya dan menyuapi mulut bayi yang sudah terbuka untuk menerima makanan. Dengan perut kenyang bayi itu tidur kembali. Hal itu berlangsung berulang- ulang dalam hidupnya.
Siklus ini berjalan beberapa minggu, sampai pada suatu hari, induk rajawali ini terbang dan hanya berputar–putar diatas sarangnya memperhatikan anaknya yang ada di dalamnya. Kali ini tanpa makanan. Setelah berputar bebrapa kali, induk rajawali akan terbang dengan kecepatan tinggi menuju sarangnya, di tabraknya sarang itu dan di goncang-goncangkannya. Kemudian ia merenggut anaknya dari sarang dan dibawanya terbang tinggi. Kemudian secara tuba-tiba ia menjatuhkan bayinya dari ketinggian. Bayi itu berusaha terbang tapi gagal. Beberapa saat jatuh, cepat-cepat meraih anaknya kembali dan melayang kebawah mendekati batu-batu karang, induk rajawali ini dengan ahli dan di bawa terbang tinggi setelah itu di lepaskannya pegangan itu dan anaknya jatuh lagi.
Tapi sebelum anaknya menyentuh daratan, ia mengangkatnya kembali. Hal ini di lakukan berulang-ulang setiap hari. Hingga hanya dalam waktu satu minggu anaknya sudah banyak belajar, dan mulai memperhatikan bagaimana induknya terbang. Dalam jangka waktu itu, sayap anak rajawali sudah kuat dan ia pun sudah bis terbang.
            Teman, banyak orang Kristen seperti bayi rajawali ini. Terlalu nyaman di dalam sarangnya. Kita datang ke gereja seminggu sekali untuk mendapatkan makanan. Kita menunggu pelayanan Tuhan untuk memberikan mereka “makanan rohani” ke dalam mulutnya. Kemudian setelah ibadah selesai, kita pulang dan “tidur lagi”  tanpa melakukan firman Tuhan dan hidup tidak berubah. Baru setelah beban-beban berat menindih selama satu minggu kita merasakan “lapar” dan butuh di isi makanan kemudian kita pun pergi lagi ke gereja untuk di drop makanan lagi. Hal ini berlangsung terus- menerus berulang-ulang tanpa ada pertumbuhan secara rohani dalam hidup kita. Sampai suatu saat, sesuatu pencobaan terjadi dalam hidup kita, sarang di goncangkan dengan keras dan kita tidak tahu apa yang harus dilakukan, kita mulai menyalahkan Tuhan “Tuhan jahat…. Tuhan tidak adil…”
            Tidak! Tuhan tidak jahat! Jika kita mengalami pencobaan dan goncangan, berarti bapa di surga sedang melatih kita untuk lebih dewasa lagi, agar kita bisa siap untuk terbang, akan sia-sia menjadi rajawali kalau ia tidak bisa terbang. Berarti akan sia-sia menjadi orang Kristen kalau dia tidak pernah dewasa dalam iman! Akan tetapi perhatikanlah hal ini.
            Setiap pencobaan datang, Tuhan tidak akan pernah membiarkan anak-anaknya jatuh tergelatak, tapi seperti induk rajawali, pada saat kritis, ia menyambar anaknya untuk di angkat kembali. Beban berat boleh datang, tapi kemudian mulailah untuk berdoa, mulailah membuka alkitab dan membaca firman Tuhan. Kemdian kita akan menyadari bahwa jawaban doa itu telah datang. Masa-masa sukar akan selalu ada di depan kita, tetapi kita akan menemukan diri kita selalu penuh dengan pengharapan jika kita tetap berdiri pada kebenaran firman Allah. Apa yang sedang terjadi? Ternyata kita sedang merentangkan sayap kita!, kita sedang belajar terbang! Tuhan mengangkat dan memuliakan kita, melalui pencobaan-pencobaan yang kita alami.  Jika induk rajawali mengajar anaknya untuk mempergunakan sayapnya, Tuhan melatih kita untuk mempercayai firmannya dan mempergunakan iman kita.


PELAJARAN  2 ; Rajawali di ciptakan untuk tinggal di tempat tinggi
            Berbeda dengan jenis burung lainnya, rajawali di ciptakan untuk terbang di tempat- tempat yang tinggi, jauh dari pandangan mata telanjang dan jauh dari jangkauan para pemburu. Burung rajawali memiliki keunikan. Jika ia berada di alam bebas, ia akan menjadi burung yang paling bersih diantara burung lainnya, tapi jika ia berada dalam “penjara” dan terikat, ia akan menjadi burung yang paling kotor ( hal ini di karenakan rajawali mengkonsumsi makanan yang berbeda dengan burung lainnya).
            Teman, Tuhan menciptakan kita untuk selalu terbang dan berada di tempat yang tinggi, yaitu selalu berada dalam hadiratNya dan bebas dari control dunia. Jika orang Kristen berada dalam ikatan-ikatan duniawi ia akan menjadi orang terkotor diantara orang lain.

PELAJARAN 3 : Rajawali tidak terbang, tapi melayang
            Rajawali tidak terbang seperti layaknya burung-burung yang lain, mereka terbang dengan mengepak-ngepakan sayapnya dengan kekuatan sendiri. Tapi yang di lakukan rajawali ialah melayang dengan anggun, membuka lebar-lebar kedua sayapnya dan menggunakan kekuatan angin untuk mendorong tubuhnya. Yang membuat rajawali sangat special ialah ia tahu betul waktu yang tepat untuk meluncur terbang. Ia berdiam diatas puncak gunung karang, membaca keadaan angin dan pada saat di rasa tepat, ia mengepakan sayapnya untuk mendorong terbang, lalu membuka sayapnya lebar-lebar untuk kemudian melayang dengan menggunakan kekuatan angin itu.
            Teman,angin sering di sebutkan dalam alkitab sebagai penggambaran dari roh kudus. Kita dapat belajar untuk bekerja sama dengan roh kudus, dan membiarkanNya mengangkat kita lebih tinggi lagi, semakin dekat lagi dengan Tuhan yesus. Sering kali kita “terbang” dengan kekuatan kita sendiri, hasilnya kita menemui banyak kelelahan, kekecewaan dan kepahitan dalam hidup ini.tetapi belajar dari rajawali, kita mau untuk ”terbang” melintasi kehidupan ini dengan mengandalkan roh kudus.
Angin, juga berbicara mengenai kesulitan- kesulitan hidup, badai sering menggambarkan adanya pergumulan dalam hidup ini. bagi rajawali, badai adalah media yang tepat untuk menguatkan sayapnya. Ia terbang menembus badai itu, melayang di dalamnya, melatih sayapnya untuk lebih kuat lagi, orang Kristen rajawali seharusnya mengucap syukur dalam menghadapi berbagai-bagai pencobaan. Karena saat itulah saat yang tepat bagi kita untuk mempergunakan pencobaan sebagai media untuk menguatkan sayap-sayap iman kita.

 

PELAJARAN  4 : Rajawali memiliki waktu khusus untuk pembaharuan
Ketika rajawali berumur 60 tahun,ia memasuki periode pembaharuan, seekor rajawali akan mencari tempat tinggi dan tersenbunyi di puncak gunung. Ia berdiam di situ, membiarkan bulu-bulunya rontok satu demi satu. Rajawali ini mengalami keadaan yang menyakitkan dan sangat mengenaskan selama kira-kira 1 tahun.ia menunggu dengan sabar selama proses ini berlangsung, dan setiap hari ia membiarkan sinar matahari menyinari tubuhnya untuk mempercepat proses penyembuhannya. Melalui proses ini, bulu-bulu baru pun tumbuh, dan rajawali menerima kekuatan yang baru sehingga ia mampu untuk bertahan hidup hingga umur 120 tahun, seperti normalnya rajawali hidup.
            Teman, seperti rajawali, orang Kristen perlu memiliki waktu-waktu khusus untuk proses pembaharuan dalam hidup ini. Membiarkan hal-hal lama yangt tidak berguna lagi, “rontok” dan menanti-nantikan dengan sabar pemulihan dari TUhan. Pembaharuan adalah prinsip ilahi, dimana Allah memotong segala sesuatu yang tidak menghasilkan buah dalam hidup kita ini, agar kita mampu berbuah lebat, selama kita menantikan dia, relakan proses pembaharuan itu berlangsung.

PELAJARAN  5 : Rajawali juga kadang–kadang sakit seperti manusia
Ketika rajawali mengalami sakit di tubuhnya, di terbang ke tempat yang sangat di sukainya,dimana dengan leluasa ia dapat menikmati sinar matahari. Karena sinar matahari memainkan peranan yang sangat penting di dalam kehidupan rajawali, dan juga merupakan obat yang paling mujarab baginya.
            Teman, ketika kita sakit, baik itu sakit secara fisik, ekonomi, rumah tangga, pekerjaan, pelayanan, atau sakit rohani kita, apakah kita mencari Allah yang memainkan peranan penting di dalam kehidupan kita, yang juga merupakan sumber kesembuhan bagi segala macam penyakit?

PELAJARAN 6 : Setiap burung rajawali pasti mati
            Ketika rajawali berada dalam keadaan mendekati waktu kematiannya, ia terbang ke tempat yang paling di suakainya, di atas gunung, menutupi tubuhnya dengan kedua sayapnya,memandang ke arah terbitnya matahari lalu…. Mati.
            Teman, sudah selayaknya, emua orang Kristen mati dengan mata dan hati tetap tertuju pada yesus, sebagai sumber dari pengharapan dan jaminan di dalam kehidupan kekal. Jadilah Kristen rajawali!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar